Sejarah Al-Qur’an


  1. Sejarah Al-Qur’an
  1. a.      Pengertian al-Qur’an

Secara Bahasa (Etimologi) Merupakan mashdar (kata benda) dari kata kerja Qoro-’a (قرأ) yang bermakna Talaa (تلا) [keduanya berarti: membaca], atau bermakna Jama’a (mengumpulkan, mengoleksi).
Secara Syari’at (Terminologi) adalah Kalam Allah ta’ala yang diturunkan kepada Rasul dan penutup para Nabi-Nya, Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam, diawali dengan surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat an-Naas. Allah ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menurunkan al-Qur’an kepadamu (hai Muhammad) dengan berangsur-angsur.” (QS al-Insaan:23)

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

Dan firman-Nya, “Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al-Qur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.” (QS Yusuf:2) Allah ta’ala telah menjaga al-Qur’an yang agung ini dari upaya merubah, menambah, mengurangi atau pun menggantikannya. Dia ta’ala telah menjamin akan menjaganya sebagaimana dalam firman-Nya,

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

Sesungguhnya Kami-lah yang menunkan al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benr-benar memeliharanya.” (QS al-Hijr:9).

Al-Quran ialah kitab Tuhan yang diturunkan kepada Rasulnya, Nabi Muhammad SAW sebagai kitab suci agama Islam. Susunan Al-Quran yang sekarang tidak mencerminkan urut-urutannya, sebab ayat yang diturunkan pertama kali ialah surat Al-Alaq yang terletak diakhir-akhir juz ketiga puluh, sedang ayat terakhir yang ditirunkan ialah ayat 3 dari surat Al-Maidah yang terletak dalam juz yang ketujuh.

Al-Quran terdiri dari 114 surat dengan jumlah ayat 6342. Keseluruhan waktu turunnya adalah 22 tahun, 2 bulan dan 22 hari, dan terbagi dalam dua fase. Yaitu fase selama Rasul berada di Mekkah, kurang lebih 12 tahun, 2 bulan, 22 hari, dan fase selama ia berada di Madinah kurang lebih 10 tahun. (Moenawar Kholil, 1994: 2-3)

Ayat-ayat yang turun di Mekkah pendek-pendek dan berisi soal-soal keimanan, sedang ayat-ayat yang turun di Madinah banyak yang berisi hukum-hukum dan tata aturan kemasyarakatan. Oleh karena itu kebanyakan ayatnya panjang-panjang, sesuai dengan tabiat kata-kata pada perundang-undangan.

Nama-Nama Al-Qur’an. Adapun nama-nama Al-Qur’an yaitu :

1. Al kitab (kitabullah), yang merupakan sinonim dari kata Al-Qur’an artinya, kitab suci sebagai petunjuk bagi orang yang bertakwa. Nama ini diterangkan dalam Al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 2.

2. Az-zikr, artinya peringatan, nama ini di terangkan dalam Al-Qur’an surat al-hijr ayat 9.

3. Al- furqan, artinya pembeda, nama ini diterangkan dalam surat al Furqan ayat 1.

4. As-suhuf berarti lembaran-lembaran, seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al- bayinah ayat 2. (Moenawar Kholil, 1994: 1-2)

Pembagian surat dalam Al-Qur’an.

  1. Assabi’uthiwaal, yaitu tujuh surat yang panjang, ketujuh surat itu yaitu al-baqarah (286), al-A’raf (206), Ali Imran (200), an-nisa (176), al an’am (165), al-maidah (120), dan Yunus ( 109)
  2. Al-Miuun, yaitu surat yang berisi seratus ayat lebih. Maksudnya surat-surat tersebut memiliki ayat sekitar seratus ayat atau lebih. Misalnya, surat Hud (123 ayat), Yusuf (111 ayat), dan At-Taubah (129 ayat).
  3. Al-Matsaani, yaitu surat-surat yang berisi kurang dari seratus ayat. Maksudnya surat-surat tersebut kurang dari seratus ayat. Misalnya, surat Al-anfal (75 ayat), ar-rum (60 ayat) , dan al-hijr(99 ayat).
  4. Al- Mufashshal, yaitu surat-surat pendek seperti al-ikhlas, ad-duha, dan an-nasr. Suat-surat seperti ini kebannyakan di temukan dalam juz ke 30.

Wahyu yang pertama dan terakhir diturunkan. Wahyu yang di turunkan oleh Allah swt kepada nabi Muhammad adalah surat Al-Alaq ayat ke 1-5 di Gua Hira. Tepatnya pada tangal 17 ramadan, tahun ke 40 bertepatan dengan tanggal 6 Agustus 610 M.

  1. b.      Sejarah turunnya Al-Qur’an

Allah SWT menurunkan Al-Qur’an dengan perantaraan malaikat jibril sebagai pengentar wahyu yang disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hiro pada tanggal 17 ramadhan ketika Nabi Muhammad berusia/berumur 41 tahun yaitu surat al alaq ayat 1 sampai ayat 5. Sedangkan terakhir alqu’an turun yakni pada tanggal 9 zulhijjah tahun 10 hijriah yakni surah almaidah ayat 3. Alquran turun tidak secara sekaligus, namun sedikit demi sedikit baik beberapa ayat, langsung satu surat, potongan ayat, dan sebagainya. Turunnya ayat dan surat disesuaikan dengan kejadian yang ada atau sesuai dengan keperluan. Selain itu dengan turun sedikit demi sedikit, Nabi Muhammad SAW akan lebih mudah menghafal serta meneguhkan hati orang yang menerimanya. Hikmah diturunkannya al-qur’an secara berangsur-angsur adalah sebagai berikut (Moenawar Kholil, 1994: 3-4):

  1. Untuk menguatkan hati Nabi Shallahu ‘Alaihi wa Sallam . Firman-Nya: “Orang-orang kafir berkata, kenapa Qur’an tidak turun kepadanya sekali turun saja? Begitulah, supaya kami kuatkan hatimu dengannya dan kami membacanya secara tartil (teratur dan benar).” (QS Al-Furqaan: 32)
  2. Untuk menantang orang-orang kafir yang mengingkari Al-Qur’an karena menurut mereka aneh kalau kitab suci diturunkan secara berangsur-angsur. Dengan begitu Allah menantang mereka untuk membuat satu surat saja yang (tak perlu melebihi) sebanding dengannya. Dan ternyata mereka tidak sanggup membuat satu surat saja yang seperti Al-Qur’an, apalagi membuat langsung satu kitab.
  3. Supaya mudah dihafal dan dipahami.
  4. Supaya orang-orang mukmin antusias dalam menerima Al-Qur’an dan giat mengamalkannya.
  5. Mengiringi kejadian-kejadian di masyarakat dan bertahap dalam menetapkan suatu hukum.
  6. c.       Fungsi Al-Qur’an

Adapun fungsi Al-Qur’an antara lain:

  1. Petunjuk bagi Manusia. Allah swt menurunkan Al-Qur’an sebagai petujuk umat manusia, seperti yang dijelaskan dalam surat (QS AL-Baqarah 2:185 (QS Al-Baqarah 2:2) dan (QS Al-Fusilat 41:44)
  2. Sumber pokok ajaran islam. Fungsi AL-Qur’an sebagai sumber ajaran islam sudah diyakini dan diakui kebenarannya oleh segenap hukum islam. Adapun ajarannya meliputi persoalan kemanusiaan secara umum seperti hukum, ibadah, ekonomi, politik, social, budaya, pendidikan, ilmu pengethuan dan seni.
  3. Peringatan dan pelajaran bagi manusia. Dalam AL-Qur’an banyak diterangkan tentang kisah para nabi dan umat terdahulu, baik umat yang taat melaksanakan perintah Allah maupun yang mereka yang menentang dan mengingkari ajaran-Nya. Bagi kita, umat yang akan datang kemudian rentu harus pandai mengambil hikmah dan pelajaran dari kisah-kisah yang diterangkan dalam Al-Qur’an.
  4. Sebagai mukjizat Nabi Muhammad saw. Turunnya Al-Qur’an merupakan salah satu mukjizat yang dimiliki oleh nabi Muhammad saw.
  5. d.      Tujuan Pokok Al-Quran

Adapun tujuan pokok Al-Qur’an antara lain (M Quraish Shihab, 2002: 33-40):

  1. Petunjuk akidah dan kepercayaan yang harus dianut oleh manusia yang tersimpul dalam keimanan akan keesaan Tuhan dan kepercayaan akan kepastian adanya hari pembalasan.
  2. Petunjuk mengenai akhlak yang murni dengan jalan menerangkan norma-norma keagamaan dan susila yang harus diikuti oleh manusia dalam kehidupannya secara individual atau kolektif.
  3. Petunjuk mengenal syariat dan hukum dengan jalan menerangkan dasar-dasar hukum yang harus diikuti oleh manusia dalam hubungannya dengan Tuhan dan sesamanya. Atau dengan kata lain yang lebih singkat, “Al-Quran adalah petunjuk bagi seluruh manusia ke jalan yang harus ditempuh demi kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.
  4. e.       Pokok Ajaran Dalam Isi Kandungan Al-Qur’an
  5. Akidah

Akidah adalah keyakinan atau kepercayaan. Akidah islam adalah keyakinan atau kepercayaan yang diyakini kebenarannya dengan sepenuh hati oleh setiap muslim. Dalam islam, akidah bukan hanya sebagai konsep dasar yang ideal untuk diyakini dalam hati seorang muslim.

  1. Ibadah dan Muamalah.

Kandungan penting dalam Al-Qur’an adalah ibadah dean muamallah. Manusia selain sebagai makhluk pribadi juga sebagai makhluk sosial.manusia memerlukan berbagai kegiatan dan hubungan alat komunikasi. Komunikasi dengan Allah atau hablum minallah, seperti shalat, membayar zakat dan lainnya. Hubungan manusia dengan manusia atau hablum minanas, seperti silahturahmi, jual beli, transaksi dagang, dan kegiatan kemasyarakatan. Kegiatan seperti itu disebut kegiatan Muamallah, tata cara bermuamallah di jelaskan dalam surat Al-Baqarah ayat 82.

  1. Hukum

Secara garis besar Al-Qur’an mengatur beberapa ketentuan tentang hukum seperti hukum perkawinan, hukum waris, hukum perjanjian, hukum pidana, hukum musyawarah, hukum perang, hukum antar bangsa.

  1. Akhlak

Akhlak, di samping memiliki kedudukan penting bagi kehidupan manusia, juga menjadi barometer kesuksesan seseorang dalam melaksanakan tugasnya. Nabi Muhammad saw berhasil menjalankan tugasnya menyampaikan risalah islamiyah, antara lain di sebabkan memiliki komitmen yang tinggi terhadap akhlak. Ketinggian akhlak Beliau itu dinyatakan Allah dalam Al-Qur’an surat al-Qalam ayat 4.

  1. Kisah-kisah umat terdahulu.

Al-Qur’an menaruh perhatian penting terhadap keberadaan kisah di dalamnya. Bahkan, di dalamnya terdapat satu surat yang di namakan al-Qasas. Bukti lain adalah hampir semua surat dalam Al-Qur’an memuat tentang kisah. Kisah para nabi dan umat terdahulu yang diterangkan dalam Al-Qur’an antara lain di jelaskan dalam surat al-Furqan ayat 37-39.

  1. Isyarat pengemban ilmu pengetahuan dan teknologi.

Al-Qur’an banyak mengimbau manusia untuk mengali dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.Seperti dalam surat ar-rad ayat 19 dan al zumar ayat 9.

  1. f.       Keistimewaan Dan Keutamaan Al-qur’an :
    1. Memberi pedoman dan petunjuk hidup lengkap beserta hukum-hukum untuk kesejahteraan dan kebahagiaan manusia seluruh bangsa di manapun berada serta segala zaman/periode waktu.
    2. Memiliki ayat-ayat yang mengagumkan sehingga pendengar ayat suci al-qur’an dapat dipengaruhi jiwanya.
    3. Memberi gambaran umum ilmu alam untuk merangsang perkembangan berbagai ilmu.
    4. Memiliki ayat-ayat yang menghormati akal pikiran sebagai dasar utama untuk memahami hukum dunia manusia.
    5. Menyamakan manusia tanpa pembagian strata, kelas, golongan, dan lain sebagainya. Yang menentukan perbedaan manusia di mata Allah SWT adalah taqwa.
    6. Melepas kehinaan pada jiwa manusia agar terhindar dari penyembahan terhadap makhluk serta menanamkan tauhid dalam jiwa. (Syarmin Syukur, 1993: 28-34)

2 thoughts on “Sejarah Al-Qur’an

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s