Keumuman hukum-hukum Al-Quran


Keumuman hukum-hukum Al-Quran

      Al-Quran sebagai sumber pokok bagi semua hukum Islam telah menjelaskan dasar-dasar hukum secara terperinci dalam lapangan kepercayaan. Akan tetapi untuk  lapangan ibadah dan hak hak keperdataan hanya diberikan dalam garis besarnya saja, karena penjelasan-penjelasan secara terperinci dalam lapangan hukum akan mengesampingkan tujuan-tujuan Al-Quran yang lain, seperti segi ketinggian bahasanya dan sebagainya

Dalam Al-Quran disebutkan perintah tentang shalat dan zakat, tetapi tidak ada penjelasan tentang cara melakukan shalat atau besar dan macamnya zakat. Penjelasan mengenai soal ini diterangkan oleh sunnah Rosul, baik berupa kata-kata maupun perbuatannya.

Al-Quran memerintahkan kita untuk memenuhi janji dan menegaskan halalnya berjual-beli beserta haramnya riba, tetapi tidak diterangkan, perinkatan mana yang sah dan halal, serta perikatan yang lain yang haram dan yang tidak mengharuskan dipenuhi. Sunnah pula yang menjelaskannya.

Dalam Al-Quran ada keterangan yang panjang tentang beberapa macam hukum, seperti warisan, cara menyatakan li’an antara suami dengan isteri, beberapa macam hukuman yarimah hudud dan wanita-wanita yang dilarang kawin.

Ketentuan Al-Quran yang bersifat umum tersebut dalam lapangan keperdatan dan lapangan politik serta sosial, penting sekali kedudukannya, karena ketentuan-ketentuan tersebut bisa difahami dan diterapkan menurut bermacam-macam kejadian-kejadian hukum yang bisa ditampungnya. Jadi dengan keumumannya tersebut. (Joseph Schacht, 1985)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s